Beranda / Uncategorized / Ratusan Buruh dan Pekerja Hadiri Peringatan May Day 2026, DPC FTNP K-SBSI: Kondusif dan Aspiratif

Ratusan Buruh dan Pekerja Hadiri Peringatan May Day 2026, DPC FTNP K-SBSI: Kondusif dan Aspiratif

Tanjungbalai – Peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day 2026 yang digelar oleh pemerintah bersama organisasi buruh dan pekerja Kota Tanjungbalai berlangsung dengan aman, tertib, serta tetap mengedepankan penyampaian aspirasi yang konstruktif, Jumat ( 1 Mei 2026 ).

Kegiatan yang dipusatkan di Pondopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai di hadiri Wali Kota Tanjungbalai, Ketua DPRD Tanjungbalai, Kapolres Tanjungbalai, Dandim 0208 Asahan, Danlanal TBA, Kejari Tanjungbalai, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Ketua Pengadilan Agama Tanjungbalai, Kepala OPD, Dinas Tenaga Kerja, UMKM dan Koperasi dan perwakilan organisasi buruh dan pekerja.

Meskipun acara dibuat satu lokasi tapi tidak mengurangi makna dan semangat perjuangan yang menjadi inti dari peringatan May Day. Berbagai rangkaian acara disusun dengan baik, sehingga mampu menghadirkan suasana yang akrab sekaligus penuh makna bagi seluruh peserta yang hadir.

DPC FTNP K-SBSI Kota Tanjungbalai Haposan Manurung, S.H, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan terkhusus buat Bapak Kapolres Tanjungbalai yang terus bekerja dan berbuat agar acara May Day sukses terlaksana pada hari ini.

“Ini tahun kedua kita melaksanakan peringatan bersama-sama, melibatkan pemerintah daerah , dan seluruh unsur pekerja. Lokasi yang kita gunakan kali ini tidak mengurangi makna, justru menjadi bukti bahwa kita bisa berdiskusi, menyampaikan harapan, dan mencari solusi dengan cara yang santun dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa semangat May Day tetap terjaga sebagai momentum untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja. “Kami tetap menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan, upah yang layak, jaminan sosial, hingga perbaikan lingkungan kerja. Namun kami memilih jalur dialog dan musyawarah, karena kami yakin kemajuan daerah ini harus dibangun bersama-sama, bukan dengan konfrontasi yang tidak perlu,” tambah Haposan.

Kita harus ingat bahwa kekuatan terbesar kita adalah persatuan. Jika kita berdiri sendiri-sendiri, kita mudah dilemahkan. Tapi jika kita bersatu, kita tidak bisa dihentikan. “Jangan biarkan perbedaan memecah kita, jangan biarkan kita saling menjatuhkan karena hanya dengan solidaritas, kita bisa mencapai perubahan “.

Penulis : Chairul Rasyid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *