Tanjungbalai – Jembatan Tabayang yang seharusnya berfungsi sebagai sarana penghubung lalu lintas kini berubah fungsi. Struktur jembatan ini kini dipadati oleh puluhan kendaraan roda dua dan roda tiga yang diparkir sembarangan, serta didominasi oleh aktivitas pedagang kaki lima, Minggu ( 26/4/2026 )
Kondisi ini terlihat jelas sejak sore hingga malam hari. Puluhan sepeda motor dan kendaraan roda tiga memenuhi bahu jalan hingga ke bagian tengah jembatan. Tidak hanya itu, deretan lapak dagangan pun tampak menjajakan berbagai macam makanan dan barang dagangan lainnya, membuat ruang gerak kendaraan yang lewat menjadi sangat sempit.
Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi tersebut menjadi tersendat. Pengendara yang melintas harus berhati-hati dan pelan-pelan untuk menghindari tabrakan, mengingat ruang jalan yang tersisa sangat minim. Selain mengganggu kelancaran transportasi, kondisi ini juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mempengaruhi struktur jembatan jika beban yang ditumpuk terlalu berat.
Salah satu tokoh masyarakat Arsyad Nasution dan pengguna jalan berharap agar pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan atau Satpol PP, dapat segera turun tangan untuk menertibkan kembali area tersebut. Mereka menginginkan fungsi utama jembatan sebagai jalan raya dapat kembali optimal demi kenyamanan dan keamanan bersama, pungkas mereka.
Penulis : Chairul Rasyid








