Tanjungbalai – Ratusan warga Kota Tanjungbalai kembali turun ke jalan dan menggelar aksi damai di halaman depan Polres Tanjungbalai, Rabu ( 22/7/2026 ). Langkah ini diambil sebagai desakan keras menyusul belum tertangkap dan belum ditetapkannya tersangka terhadap pelaku yang diduga kuat sebagai pencabulan anak berinisial (A) sekaligus Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang menghebohkan masyarakat di wilayah Kecamatan Teluk Nibung.
Merespons situasi ini, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Tanjungbalai (Forwaka) Rahmad Sudi menegaskan sikap yang tak bisa lagi dikompromikan. “Kami paham hukum berjalan prosedur, tapi itu bukan alasan untuk membiarkan pelaku bebas berkeliaran! Kami menuntut KAPOLRES bertindak tegas, tanpa ragu, dan tanpa menyepelekan kasus pencabulan anak ini. Jangan sampai ada yang dilindungi hanya karena status atau jabatannya. Anak-anak kita adalah masa depan, keselamatan mereka lebih utama dari segalanya. Segera tetapkan tersangka” tegas Rahmad Sudi dengan nada penuh tekad.
Dalam tuntutan yang disampaikan massa, masyarakat meminta jajaran Polres Tanjungbalai mempercepat seluruh tahapan penyidikan, segera mengamankan pihak yang diduga terlibat, serta memproses perkara ini secara objektif tanpa ada hambatan maupun upaya menutup-nutupi fakta. Warga juga menuntut keterbukaan informasi yang berkala dan jelas mengenai perkembangan penanganan kasus.
Merespons aspirasi tersebut, Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Fery menemui ratusan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Tanjungbalai dan menghimbau agar masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara kepada pihak polisi.
Ia memastikan Polres Tanjungbalai akan menangani perkara tersebut secara transparan dan profesional serta mengedepankan prinsip keadilan dalam setiap tahapan proses hukum, tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berlangsung dengan tertib dan aman, diawasi langsung oleh petugas kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi.
Penulis : Chairul Rasyid







