LABUHANBATU – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatra Utara (HIMA KRS), Muhammad Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Khairul Bahri Siregar, A.Md.IP., S.H.
Sebagai putra asli daerah Labuhanbatu, Kurniawan menilai kepemimpinan Khairul Bahri Siregar telah membawa banyak perubahan signifikan serta menorehkan berbagai capaian kinerja yang nyata, sekaligus menepis isu miring baru-baru ini.
“Kami memantau langsung perkembangan instansi ini. Menanggapi isu viral terkait tudingan miring seputar pengelolaan anggaran bahan makanan warga binaan, kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar. Lapas Kelas IIA Rantauprapat di bawah kepemimpinan Kalapas Khairul Bahri Siregar dijalankan dengan komitmen transparansi penuh dan akuntabel. Penggunaan APBN diawasi ketat dan berjalan sesuai regulasi,” tegas Muhammad Kurniawan dalam keterangan persnya, Sabtu (11/07/2026).
Mengenai dinamika kapasitas hunian (overkapasitas) ekstrem yang juga sempat disorot publik, HIMA KRS meluruskan bahwa masalah tersebut merupakan tantangan umum di hampir seluruh Lapas di Indonesia, bukan kelalaian personal Kalapas. Sebaliknya, Kurniawan memuji langkah taktis Khairul Bahri Siregar yang tetap mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) tetap kondusif, humanis, dan produktif meski di tengah keterbatasan fasilitas.
Keberhasilan kepemimpinan Kalapas juga dibuktikan secara objektif berdasarkan data aplikasi survei resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kualitas pelayanan publik di Lapas Rantauprapat sukses meraih predikat berkategori Sangat Baik. Selain itu, di bawah arahan Khairul Bahri Siregar, Lapas Rantauprapat dinilai sukses mendukung program prioritas nasional melalui pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan daerah. Langkah ini sangat efektif dalam memberdayakan warga binaan agar menjadi produktif selama menjalani masa pembinaan.
“Program ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan berjalan dengan sangat baik. Tidak hanya itu, produktivitas di bidang bimbingan kerja (Bimker), seperti pelatihan keterampilan kuliner paha ayam dan pembuatan donat, memberikan bekal keahlian yang sangat berharga bagi masa depan mereka saat kembali ke masyarakat,” tambah Kurniawan.
Sinergi kuat dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu serta aparat penegak hukum (APH) setempat juga menjadi kunci utama kondusifnya Lapas. Kurniawan berharap seluruh capaian positif ini dipertahankan demi kemajuan daerah.
“Sebagai putra daerah, saya bangga melihat Lapas Labuhanbatu bertransformasi secara humanis, profesional, dan akuntabel. Kami meminta semua pihak untuk objektif melihat fakta lapangan dan tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi tendensius yang mengaburkan prestasi nyata Lapas Rantauprapat. Inovasi ini patut dicontoh oleh instansi pelayanan publik lainnya di wilayah Sumatera Utara,” tutup Tokoh Aktivis Mahasiswa Sumut tersebut.
Penulis : Chairul Rasyid







