TANJUNGBALAI – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Jembatan Tabayang yang juga jembatan terpanjang di Sumatera Utara, sebagai penghubung Kota Tanjungbalai dan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan. Hasil pantauan dilapangan jembatan vital ini tidak memiliki penerangan jalan, ditambah maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di atasnya serta pencurian besi penyangga, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan rawan tindak kriminal, Selasa ( 21/4/2026 ).
Camat Sei Kepayang Barat, R.H Dalimunte saat di konfirmasi pada Rabu ( 23/4/2026 ) menyatakan dukungan penuh terhadap perbaikan kondisi jembatan Tabayang.
“Saya mendukung penertiban pedagang karena sangat meresahkan lalu lintas, dan sangat setuju sekali untuk dipasang lampu jalan di jembatan itu,” ungkapnya.
Tanggapan serupa juga datang dari salah seorang tokoh masyarakat Arsyad Nasution mengatakan ketiadaan lampu membuat jembatan sangat gelap dan mencekam saat malam hari. Warga enggan melintas khawatir dengan aksi perampokan dan pembegalan. Selain itu, aksi pencurian besi penyangga yang sering terjadi di tengah malam juga dikhawatirkan dapat merusak struktur jembatan hingga berpotensi roboh.
“Kami minta pemerintah kota Tanjungbalai dan kabupaten Asahan untuk peduli. Jembatan ini gelap, angker, dan rawan kejahatan. Apalagi besi penyangganya sering dicuri maling, lama kelamaan bisa goyang dan roboh”, pungkasnya.
Semoga perbaikan jembatan Tabayang segera diperbaiki, jangan menunggu ada korban yang terjadi baru pemeritah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan menyikapinya.
Penulis : Chairul Rasyid








